Gara-Gara Gorengan, Indonesia Boncos Rp3,45 Triliun dalam 10 Tahun

Abdul Aziz

- Redaksi

Selasa, 25 Februari 2025 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Gorengan (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Foto: Ilustrasi Gorengan (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

KESEHATAN, SATUIN.COM – Pemerintah Indonesia menggelontorkan biaya kesehatan hingga US$213 juta atau sekitar Rp3,45 triliun dalam 10 tahun untuk mengobati penyakit kardiovaskular, yang berkaitan erat dengan konsumsi lemak trans berlebih. Lemak trans merupakan lemak jenuh yang terbentuk melalui proses industri dengan menambahkan hidrogen ke minyak sayur. Lemak jenis ini banyak ditemukan di makanan berminyak seperti gorengan.

Mengutip laman Kementerian Kesehatan, hasil analisis efektivitas pembiayaan yang dilakukan oleh Dr. Marklund dari Johns Hopkins University dan The George Institute dengan dukungan dari Resolve to Save Lives (RTSL) menunjukkan bahwa penghapusan lemak trans dapat menghemat biaya kesehatan hingga US$213 juta dalam 10 tahun pertama dan menyelamatkan lebih dari 115.000 nyawa, jika kebijakan ini dapat diterapkan pada 2025.

Baca Juga :  The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

Perlu diketahui, terlalu banyak mengonsumsi lemak trans memicu kadar kolesterol tinggi, yang jika dibiarkan, dapat memicu penyakit jantung atau kardiovaskular. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, merenggut hampir 800.000 nyawa setiap tahunnya.

Untuk menekan angka penyakit ini, Kementerian Kesehatan tengah mengkaji kebijakan untuk membatasi konsumsi lemak trans dan garam, yang keduanya menjadi faktor risiko utama penyakit serius dengan angka kematian yang tinggi di Indonesia.

Baca Juga :  Dari Dapur Rumahan ke Pasar UMKM, Perjalanan Usaha Nasabah PNM di Bekasi

“Kita melihat beberapa negara yang telah memiliki regulasi pembatasan kadar garam dan eliminasi lemak trans dapat secara signifikan mampu menekan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular serta berdampak positif mengurangi beban pembiayaan kesehatan nasional,” kata Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Prof. Asnawi Abdullah, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan.

“Dengan kebijakan yang tepat, kita bisa membantu masyarakat hidup lebih sehat dan berpotensi menekan eskalasi pembiayaan belanja kesehatan yang telah mencapai 7,8% per tahun dalam 10 tahun terakhir ini,” paparnya. (*)

Sumber Berita: cnbcindonesia.com

Berita Terkait

Lab Indonesia 2026 Digelar di ICE BSD, ILKI Soroti Inovasi Teknologi Laboratorium
Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 300+ Perusahaan dari 16 Negara
IEE 2026 Surabaya Dorong Ekosistem Energi Industri
Inilah Dampaknya pada Tubuh Jika Kamu Tidak Makan Sahur saat Berpuasa
Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet
The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation
Global Health Challenges: Examining the Impacts of Infectious Diseases

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:30 WIB

Lab Indonesia 2026 Digelar di ICE BSD, ILKI Soroti Inovasi Teknologi Laboratorium

Jumat, 10 April 2026 - 13:13 WIB

IEE 2026 Surabaya Dorong Ekosistem Energi Industri

Sabtu, 1 Maret 2025 - 10:41 WIB

Inilah Dampaknya pada Tubuh Jika Kamu Tidak Makan Sahur saat Berpuasa

Selasa, 25 Februari 2025 - 08:37 WIB

Gara-Gara Gorengan, Indonesia Boncos Rp3,45 Triliun dalam 10 Tahun

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:36 WIB

Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Berita Terbaru

Seorang petugas jalan tol memperlihatkan aplikasi Travoy di ponselnya, yang menyediakan informasi lalu lintas, tarif tol, hingga layanan darurat bagi pengguna jalan.

Jakarta

CCTV Travoy Diakses 3,59 Juta Kali Saat Mudik Lebaran 2026

Kamis, 16 Apr 2026 - 14:41 WIB