Evita Nursanty Desak Menteri ESDM Tak Tebang Pilih Soal Tambang Nikel di Raja Ampat

Abdul Aziz

- Redaksi

Selasa, 10 Juni 2025 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Arsip Greenpeace/Pertambangan Nikel merusak kehidupan di Raja Ampat

Foto: Arsip Greenpeace/Pertambangan Nikel merusak kehidupan di Raja Ampat

SATUIN.COM, NASIONAL – Polemik tambang nikel di Raja Ampat kembali mencuat. Kali ini, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, angkat suara dan mendesak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar tidak bersikap tebang pilih dalam mengevaluasi izin tambang di wilayah konservasi itu.

Evita mengaku heran mengapa hanya PT Gag Nikel yang mendapat sorotan, sementara perusahaan lain yang juga beroperasi di wilayah Raja Ampat seperti Pulau Kawe, Manuran, dan Batangpele belum tersentuh tindakan, meski sudah disebut melanggar aturan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

“Raja Ampat adalah masa depan pariwisata, konservasi, budaya, dan kelestarian laut Indonesia. Jangan sampai kawasan seindah ini dikorbankan hanya demi segelintir perusahaan tambang,” tegas Evita, Selasa (10/6).

Pulau Kecil, Aturan Jelas

Evita menekankan bahwa tambang di pulau-pulau kecil seperti Gag, Kawe, Manuran, dan Batangpele melanggar UU No. 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Undang-undang itu dengan tegas melarang aktivitas tambang di pulau kecil.

Baca Juga :  Presiden RI Prabowo Subianto Jenguk Korban Kecelakaan KA Bekasi Timur di RSUD CAM

Wilayah tambang yang dimaksud pun berada di zona strategis, termasuk dalam kawasan Geopark Raja Ampat yang diakui UNESCO Global Geopark sejak 2023, serta di area Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) tahun 2024–2044. Aktivitas tambang jelas berisiko mengganggu ekosistem dan rencana pembangunan pariwisata berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar soal izin, tapi soal masa depan Indonesia. Jangan korbankan potensi wisata dan konservasi Raja Ampat demi keuntungan jangka pendek,” ujarnya.

Minim Komunikasi, Daerah Hanya Jadi Penonton

Tak hanya soal lingkungan, Evita juga menyoroti kurangnya keterlibatan pemerintah daerah dalam proses pemberian izin tambang. Banyak kepala daerah mengaku tak pernah diajak bicara, bahkan tak diberi tahu soal izin yang telah diterbitkan.

“Daerah merasa hanya jadi penonton. Perusahaan tambang tidak pernah berkomunikasi, padahal mereka yang akan menanggung dampaknya,” katanya.

Usul Revisi Regulasi

Untuk itu, Evita mendorong adanya revisi regulasi teknis agar daerah punya peran aktif dalam evaluasi perizinan, termasuk dalam hal konsultasi publik sebelum izin diberikan. Menurutnya, ini penting agar pengelolaan lingkungan dan sosial berjalan lebih adil dan transparan.

“Kami ingin agar mekanisme pelibatan daerah diperkuat. Jangan sampai urusan sebesar ini justru dikuasai segelintir pihak, sementara masyarakat lokal dirugikan,” pungkasnya. (antara/jpnn/satuin)

Berita Terkait

DPRD Kota Bekasi Dalami Dugaan Pelecehan Verbal di Satpol PP, Terlapor Bantah Tuduhan
Presiden Bolivia Tetapkan Status Darurat 90 Hari, Militer Diterjunkan Usai Protes Lumpuhkan Negara
Menuju Kota HAM, Bekasi Siapkan Langkah Besar untuk Wujudkan Kota yang Lebih Nyaman dan Inklusif
Geger! Bazar Ikan Bekasi Jadi Senjata Lawan Stunting, UMKM Olahan Laut Meledak Diminati Warga
Kemenag Perkuat Sinergi Zakat untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan di Jawa Tengah
Kemenag Dorong Penyuluh Agama Jadi Influencer Kebaikan di Media Sosial
Darurat Kemarau! BPBD Bekasi Distribusikan 65 Ribu Liter Air Bersih, Ratusan KK Terdampak Kekeringan
Plt Bupati Bekasi Minta Percepatan Pembangunan Semester II 2026, Target Mulai Jalan Awal Juli

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:27 WIB

DPRD Kota Bekasi Dalami Dugaan Pelecehan Verbal di Satpol PP, Terlapor Bantah Tuduhan

Senin, 22 Juni 2026 - 07:49 WIB

Presiden Bolivia Tetapkan Status Darurat 90 Hari, Militer Diterjunkan Usai Protes Lumpuhkan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:22 WIB

Menuju Kota HAM, Bekasi Siapkan Langkah Besar untuk Wujudkan Kota yang Lebih Nyaman dan Inklusif

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:23 WIB

Geger! Bazar Ikan Bekasi Jadi Senjata Lawan Stunting, UMKM Olahan Laut Meledak Diminati Warga

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:12 WIB

Kemenag Perkuat Sinergi Zakat untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan di Jawa Tengah

Berita Terbaru