Presiden Bolivia Tetapkan Status Darurat 90 Hari, Militer Diterjunkan Usai Protes Lumpuhkan Negara

Abdul Aziz

- Redaksi

Senin, 22 Juni 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Bolivia Rodrigo Paz menyapa pendukungnya saat menghadiri kegiatan politik di La Paz. Pemerintah Bolivia menetapkan status darurat nasional selama 90 hari menyusul gelombang protes dan blokade jalan yang berlangsung lebih dari enam pekan.

Presiden Bolivia Rodrigo Paz menyapa pendukungnya saat menghadiri kegiatan politik di La Paz. Pemerintah Bolivia menetapkan status darurat nasional selama 90 hari menyusul gelombang protes dan blokade jalan yang berlangsung lebih dari enam pekan.

SATUIN.COM, BOLIVIA – Presiden Bolivia Rodrigo Paz resmi menetapkan status darurat nasional selama 90 hari dan mengerahkan militer untuk membongkar blokade jalan yang telah melumpuhkan aktivitas ekonomi serta distribusi kebutuhan pokok di berbagai wilayah negara tersebut.

Langkah tegas itu diambil setelah gelombang protes yang berlangsung lebih dari enam pekan. Aksi demonstrasi melibatkan serikat pekerja, kelompok masyarakat adat, hingga petani koka yang menutup sejumlah jalur utama menggunakan kayu, batu, dan berbagai material lainnya sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah.

Akibat blokade tersebut, sejumlah kota besar di Bolivia mengalami kelangkaan bahan bakar, pangan, hingga obat-obatan. Aktivitas ekonomi nasional juga terganggu dengan kerugian yang ditaksir mencapai miliaran dolar Amerika Serikat.

Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Presiden Rodrigo Paz menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat terus menjadi korban akibat penutupan akses jalan yang berkepanjangan.

“Warga Bolivia tidak bisa terus disandera oleh blokade yang menghambat mereka bekerja, belajar, mendapatkan layanan kesehatan, serta mengakses kebutuhan dasar,” tegas Paz.

Baca Juga :  Pengunjung IIMS 2026 Langsung SPK The All New Carens Usai Test Drive, Ini Alasannya

Ia menambahkan bahwa status darurat bukan bertujuan membatasi kehidupan masyarakat, melainkan untuk mengembalikan kondisi negara agar kembali normal.

Beberapa jam setelah pengumuman tersebut, pasukan militer bersama kepolisian bergerak menuju sejumlah titik blokade, termasuk di kota El Alto. Aparat didukung alat berat untuk membersihkan barikade yang selama ini menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik.

 

Di ibu kota La Paz, pengamanan diperketat. Militer dan polisi disiagakan di sekitar istana kepresidenan serta sejumlah fasilitas strategis guna mengantisipasi potensi eskalasi situasi keamanan.

 

Sejumlah warga menyambut langkah pemerintah. Mereka berharap akses jalan yang selama lebih dari 50 hari terputus dapat kembali dibuka sehingga aktivitas ekonomi dan sosial bisa pulih.

 

Namun demikian, kelompok masyarakat adat dan sebagian demonstran masih bertahan. Lebih dari 40 titik blokade dilaporkan tetap aktif. Mereka menuntut pengunduran diri Presiden Rodrigo Paz dan menolak reformasi ekonomi liberal yang tengah dijalankan pemerintah.

Baca Juga :  Dinas Pertanian Bekasi Perkuat Ketahanan Pangan lewat Program Pengendalian Hama Terpadu Berbasis Ramah Lingkungan

 

Pemerintah Bolivia menuding aksi protes tersebut dipengaruhi kelompok yang disebut sebagai “narkoteroris”, termasuk mantan Presiden Evo Morales yang kini menjadi salah satu tokoh oposisi utama.

 

Morales, yang memimpin Bolivia pada periode 2006 hingga 2019, saat ini menghadapi proses hukum terkait dugaan perdagangan manusia. Tuduhan tersebut telah dibantah oleh Morales. Ia disebut berada di wilayah Chapare, kawasan yang menjadi basis kuat pendukungnya.

Sementara itu, pemerintah tidak menutup kemungkinan melakukan operasi penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas eskalasi krisis. Di tengah ketegangan politik yang terus meningkat, masyarakat Bolivia berharap kondisi negara segera kembali stabil setelah berbulan-bulan terdampak konflik dan blokade jalan.

(*)

Sumber Berita: Beritasatu.com

Berita Terkait

Evita Nursanty Desak Menteri ESDM Tak Tebang Pilih Soal Tambang Nikel di Raja Ampat
Tambang di Raja Ampat: Antara Krisis Imajinasi dan Strategi Masa Depan Energi Indonesia
Revolusi Keuangan Digital RI: Sanggupkah Dongkrak Pertumbuhan 8%?
Saldo Minimum Rekening Bank Mandiri, BRI, BNI per 22 Februari 2025
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 07:49 WIB

Presiden Bolivia Tetapkan Status Darurat 90 Hari, Militer Diterjunkan Usai Protes Lumpuhkan Negara

Selasa, 10 Juni 2025 - 11:05 WIB

Evita Nursanty Desak Menteri ESDM Tak Tebang Pilih Soal Tambang Nikel di Raja Ampat

Minggu, 8 Juni 2025 - 10:54 WIB

Tambang di Raja Ampat: Antara Krisis Imajinasi dan Strategi Masa Depan Energi Indonesia

Selasa, 25 Februari 2025 - 08:40 WIB

Revolusi Keuangan Digital RI: Sanggupkah Dongkrak Pertumbuhan 8%?

Sabtu, 22 Februari 2025 - 08:30 WIB

Saldo Minimum Rekening Bank Mandiri, BRI, BNI per 22 Februari 2025

Berita Terbaru