Geger! Bazar Ikan Bekasi Jadi Senjata Lawan Stunting, UMKM Olahan Laut Meledak Diminati Warga

Abdul Aziz

- Redaksi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi bersama pelaku UMKM menampilkan berbagai produk olahan ikan dalam Bazar Produk Perikanan di Cikarang Pusat sebagai upaya kampanye Gemar Makan Ikan (Gemarikan) untuk meningkatkan gizi masyarakat dan menekan angka stunting.

Petugas Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi bersama pelaku UMKM menampilkan berbagai produk olahan ikan dalam Bazar Produk Perikanan di Cikarang Pusat sebagai upaya kampanye Gemar Makan Ikan (Gemarikan) untuk meningkatkan gizi masyarakat dan menekan angka stunting.

SATUIN.COM. KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus menggeber upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi pelaku usaha lokal. Salah satunya melalui Bazar Produk Olahan Hasil Perikanan yang rutin digelar Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi sebagai bagian dari kampanye Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk olahan laut, tetapi juga sarana edukasi pentingnya konsumsi ikan untuk mencegah stunting di kalangan anak-anak.

Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Yulia Legiana, mengatakan bazar tersebut digelar secara rutin minimal satu kali setiap bulan, bahkan bisa meningkat hingga tiga kali saat momen tertentu seperti Ramadan.

“Potensi wilayah pesisir seperti Muaragembong, Tarumajaya, Babelan, dan Cabangbungin kami dorong agar tidak hanya dijual dalam bentuk ikan segar, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Yulia saat meninjau Bazar Produk Olahan Hasil Perikanan di Pasar Majong Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (19/6/2026).

Baca Juga :  Ajukan 284 Usulan, Musrenbang Kecamatan Bojomangu

Ia menegaskan, salah satu fokus utama program ini adalah menekan angka stunting melalui peningkatan konsumsi protein ikan di masyarakat. Edukasi terus dilakukan karena masih rendahnya minat anak-anak mengonsumsi ikan dalam bentuk segar.

“Melalui Gemarikan dan program Siap Bugarkan, kami ingin anak-anak Bekasi tumbuh sehat dengan asupan protein yang cukup,” tambahnya.

Menurut Yulia, kandungan DHA dalam ikan tidak harus berasal dari salmon yang mahal. Ikan lokal seperti kembung dan lele juga memiliki kandungan gizi tinggi yang sangat baik untuk perkembangan otak anak.

“Ikan kembung itu tinggi DHA. Jadi masyarakat tidak perlu ikan mahal, yang penting rutin mengonsumsi ikan,” jelasnya.

Saat ini, sekitar 20 UMKM binaan telah bergabung dalam pengembangan produk olahan perikanan, dan jumlahnya diprediksi terus bertambah. Berbagai pelatihan juga diberikan, mulai dari teknik pengolahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran.

Baca Juga :  Tri Adhianto Ajak Anak Sekolah Belajar Hadapi Gempa Lewat Simulator Baru

Produk yang dihasilkan pun semakin beragam, mulai dari pempek, nugget ikan, otak-otak, dimsum, hingga roti abon ikan yang kini tengah diproses perizinannya.

Ketua Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Bekasi, Ahmad Sodikin, menyebut bazar ini menjadi momentum penting untuk mendekatkan produk ikan kepada masyarakat.

“Ikan itu murah dan bergizi. Dengan olahan seperti pempek, nugget, sampai kebab ikan, kami ingin masyarakat dan anak-anak semakin suka makan ikan,” ujarnya.

Selain lebih terjangkau, produk olahan tersebut juga sudah melalui pembinaan sehingga terjamin kebersihan dan kualitasnya.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap konsumsi ikan masyarakat terus meningkat, angka stunting menurun, serta UMKM sektor perikanan semakin tumbuh sebagai penggerak ekonomi daerah.

(*)

Berita Terkait

Menuju Kota HAM, Bekasi Siapkan Langkah Besar untuk Wujudkan Kota yang Lebih Nyaman dan Inklusif
Diduga Kuasai Dana Miliaran Rupiah, Kades Sarimukti dan Rekannya Dilaporkan ke Polisi
Heboh! Kejari Kota Bekasi Musnahkan Barang Bukti 164 Perkara, Ganja 10 Kg hingga Ratusan Ribu Rokok Ilegal Lenyap
Kemenag Perkuat Sinergi Zakat untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan di Jawa Tengah
Kemenag Dorong Penyuluh Agama Jadi Influencer Kebaikan di Media Sosial
Listrik Padam Berjam-jam di Bekasi, PLN Jelaskan Penyebab dan Target Pemulihan
Darurat Kemarau! BPBD Bekasi Distribusikan 65 Ribu Liter Air Bersih, Ratusan KK Terdampak Kekeringan
Plt Bupati Bekasi Minta Percepatan Pembangunan Semester II 2026, Target Mulai Jalan Awal Juli

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:22 WIB

Menuju Kota HAM, Bekasi Siapkan Langkah Besar untuk Wujudkan Kota yang Lebih Nyaman dan Inklusif

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:23 WIB

Geger! Bazar Ikan Bekasi Jadi Senjata Lawan Stunting, UMKM Olahan Laut Meledak Diminati Warga

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:19 WIB

Heboh! Kejari Kota Bekasi Musnahkan Barang Bukti 164 Perkara, Ganja 10 Kg hingga Ratusan Ribu Rokok Ilegal Lenyap

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:12 WIB

Kemenag Perkuat Sinergi Zakat untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan di Jawa Tengah

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:08 WIB

Kemenag Dorong Penyuluh Agama Jadi Influencer Kebaikan di Media Sosial

Berita Terbaru