SATUIN.COM, BEKASI – Sejumlah wilayah di Kota Bekasi mengalami pemadaman listrik secara bergilir pada Kamis (18/6/2026). Gangguan yang berlangsung sejak pagi hingga sore itu membuat aktivitas warga dan pelaku usaha terganggu.
PT PLN (Persero) menjelaskan, pemadaman dilakukan sebagai bagian dari manajemen beban setelah terjadi kendala teknis pada salah satu pembangkit yang menyebabkan berkurangnya kapasitas pasokan listrik ke sistem.
Humas Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Bekasi, Rahmat Hidayat, mengatakan langkah tersebut diambil untuk menjaga keandalan jaringan selama proses penanganan gangguan.
“Manajemen beban dilakukan untuk menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan selama proses penanganan gangguan,” ujar Rahmat dalam keterangan resminya.
Pemadaman Terjadi di Tiga Wilayah
Berdasarkan data PLN Bekasi, pemadaman dilakukan secara bertahap di tiga wilayah layanan pelanggan, yakni ULP Bekasi, ULP Mustikajaya, dan ULP Medan Satria.
Di wilayah ULP Bekasi, pemadaman mulai terjadi sekitar pukul 10.25 WIB. Sejumlah kawasan yang terdampak di antaranya Kampung Telajung, Kampung Rawabanteng, Kampung Mekarwangi, Kampung Ciledug, Perumahan Griya Bekasi Permai, hingga Perumahan Puri Asri.
Selanjutnya, ULP Mustikajaya mengalami pemadaman mulai pukul 11.31 WIB. Wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Bahagia, Jalan Griya Asri Bahagia, Jalan Ujung Harapan Bahagia, Jalan Raya Villa Gading Harapan, Jalan Gelora, Kampung Pintu, Jalan KH Noeralie, Babelan Kota, Kampung Asem, Jalan Pulo Timaha, Jalan KH A. Tajuddin, Jalan Taman Kebalen Indah, dan sejumlah kawasan di sekitarnya.
Sementara itu, ULP Medan Satria mulai mengalami pemadaman sekitar pukul 13.04 WIB. Beberapa lokasi yang terdampak antara lain Jalan Raya Sultan Agung, Gang Sabililah, Jalan Wahab Affan, kawasan Dealer Toyota, PT Cosmopack, sebagian Gudang Senopati, Solaria, sejumlah klinik optik, hingga Jalan Raya Gold Coin.
PLN memperkirakan pasokan listrik di wilayah ULP Mustikajaya mulai pulih sekitar pukul 14.31 WIB, sedangkan wilayah ULP Medan Satria ditargetkan kembali normal pada pukul 16.04 WIB. Meski demikian, PLN mengingatkan bahwa estimasi tersebut dapat berubah sesuai perkembangan kondisi teknis di lapangan.
Gangguan Pembangkit Jadi Penyebab
PLN menyebut gangguan pada salah satu pembangkit menjadi penyebab utama berkurangnya pasokan listrik sehingga perusahaan harus menerapkan manajemen beban. Langkah ini dilakukan untuk mencegah gangguan yang lebih luas pada sistem kelistrikan regional.
Perusahaan memastikan seluruh personel teknis terus bekerja melakukan penanganan agar pasokan listrik dapat kembali normal secepat mungkin.
“PLN meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan terus berupaya mempercepat proses pemulihan agar layanan listrik kembali normal,” kata Rahmat.
Warga Keluhkan Listrik Padam hingga Delapan Jam
Pemadaman listrik yang terjadi pada jam-jam produktif memicu keluhan dari warga. Salah satunya disampaikan Friska, warga Perumahan Wisma Asri, yang mengaku listrik di lingkungannya padam hingga hampir delapan jam.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas rumah tangga maupun usaha kecil yang bergantung pada pasokan listrik.
“Listrik mati sudah hampir delapan jam, sangat mengganggu aktivitas kami sehari-hari. Anak-anak tidak bisa belajar dengan nyaman, makanan di kulkas mulai khawatir rusak, dan usaha kecil warga juga terpaksa berhenti sementara,” ujarnya.
Warga berharap pasokan listrik dapat segera kembali normal. Mereka juga meminta adanya informasi yang lebih cepat dan transparan dari PLN mengenai penyebab gangguan serta estimasi waktu pemulihan agar masyarakat dapat mengantisipasi dampaknya.
(*)











