Kemenag Dorong Penyuluh Agama Jadi Influencer Kebaikan di Media Sosial

Abdul Aziz

- Redaksi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad

SATUIN.COM, BOGOR – Kementerian Agama (Kemenag) mendorong para penyuluh agama Islam untuk lebih aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah dan edukasi publik. Di era digital saat ini, penyuluh dinilai perlu hadir sebagai penyebar pesan-pesan kebaikan yang mampu menjangkau masyarakat lebih luas melalui berbagai platform digital.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Agama Islam dan 100.000 Khataman Al-Qur’an Penyuluh Agama Islam se-Indonesia di Auditorium Pusat Literasi Keagamaan Islam (PLKI), Bogor, Rabu (17/6/2026).

Menurut Abu Rokhmad, peran penyuluh agama kini tidak lagi terbatas pada ceramah di masjid, majelis taklim, atau ruang kelas. Kehadiran di media sosial menjadi bagian penting dalam menyebarkan nilai-nilai keagamaan, moderasi beragama, dan kepedulian sosial.

“Mulailah percaya diri mengaktivasi media sosial masing-masing. Apa yang dilakukan penyuluh di lapangan perlu diketahui masyarakat luas agar manfaatnya semakin dirasakan,” ujar Abu Rokhmad.

Ia menilai penyuluh agama harus mampu menjadi influencer kebaikan yang memberikan konten edukatif dan inspiratif di ruang digital. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Baca Juga :  Wow! Museum Gedung Juang 45 Bekasi Diserbu Pengunjung, Gratis Masuk & Penuh Fasilitas Kekinian!

Kemenag, kata Abu, secara rutin menggelar berbagai program pengembangan kapasitas, mulai dari pendidikan formal, uji kompetensi, pelatihan, hingga seminar. Upaya tersebut sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menempatkan penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari program prioritas Kementerian Agama, khususnya pada layanan keagamaan yang berdampak dan digitalisasi tata kelola.

“Penyuluh agama adalah ujung tombak pembinaan keagamaan. Mereka tidak bekerja di balik meja, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat dan memahami berbagai persoalan umat,” katanya.

Penyuluh Perlu Punya Keahlian Khusus

Selain meningkatkan kemampuan digital, Abu Rokhmad juga mendorong penyuluh agama memiliki spesialisasi sesuai bidang yang ditekuni. Misalnya dalam pemberdayaan ekonomi umat, pengelolaan zakat dan wakaf, penguatan keluarga, hingga penanganan konflik sosial-keagamaan.

Menurutnya, keahlian khusus akan membuat penyuluh semakin dibutuhkan masyarakat sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

“Kita tidak boleh hanya menjadi generalis. Penyuluh perlu memiliki keahlian khusus yang membuat keberadaannya semakin dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap peningkatan kapasitas yang dilakukan Ditjen Bimas Islam dapat membuka peluang karier yang lebih luas bagi penyuluh agama sekaligus memperkuat transformasi layanan keagamaan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) yang semakin profesional dan berdampak.

Baca Juga :  37,4% ASN Kota Bekasi Jalani WFA, Pelayanan Publik Tetap Normal Pasca Libur Lebaran

Awali Tahun Baru Islam dengan Semangat Hijrah

Pada kesempatan yang sama, Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M. Hanafi menyampaikan dukungannya terhadap program Peaceful Muharam 1448 Hijriah, termasuk kegiatan 100.000 Khataman Al-Qur’an yang melibatkan penyuluh agama Islam dari seluruh Indonesia.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat energi spiritual masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa kita semua ingin menjadikan Al-Qur’an sebagai energi spiritual kolektif bangsa ini. Kita juga menginginkan energi positif ini ditularkan ke seluruh umat,” ujarnya.

Muchlis menambahkan, Tahun Baru Islam harus menjadi momentum untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

“Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah dari perilaku yang kurang baik menuju perilaku yang lebih baik. Inilah transformasi yang harus terus kita lakukan,” pungkasnya.

(*)

Berita Terkait

DPRD Kota Bekasi Dalami Dugaan Pelecehan Verbal di Satpol PP, Terlapor Bantah Tuduhan
SPB Perketat Pengawasan Jaringan Gas di Rawalumbu, Utamakan Keselamatan dan Keandalan Layanan
Menuju Kota HAM, Bekasi Siapkan Langkah Besar untuk Wujudkan Kota yang Lebih Nyaman dan Inklusif
Diduga Kuasai Dana Miliaran Rupiah, Kades Sarimukti dan Rekannya Dilaporkan ke Polisi
Geger! Bazar Ikan Bekasi Jadi Senjata Lawan Stunting, UMKM Olahan Laut Meledak Diminati Warga
Heboh! Kejari Kota Bekasi Musnahkan Barang Bukti 164 Perkara, Ganja 10 Kg hingga Ratusan Ribu Rokok Ilegal Lenyap
Kemenag Perkuat Sinergi Zakat untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan di Jawa Tengah
Listrik Padam Berjam-jam di Bekasi, PLN Jelaskan Penyebab dan Target Pemulihan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:27 WIB

DPRD Kota Bekasi Dalami Dugaan Pelecehan Verbal di Satpol PP, Terlapor Bantah Tuduhan

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:21 WIB

SPB Perketat Pengawasan Jaringan Gas di Rawalumbu, Utamakan Keselamatan dan Keandalan Layanan

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:22 WIB

Menuju Kota HAM, Bekasi Siapkan Langkah Besar untuk Wujudkan Kota yang Lebih Nyaman dan Inklusif

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00 WIB

Diduga Kuasai Dana Miliaran Rupiah, Kades Sarimukti dan Rekannya Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:23 WIB

Geger! Bazar Ikan Bekasi Jadi Senjata Lawan Stunting, UMKM Olahan Laut Meledak Diminati Warga

Berita Terbaru