Hilirisasi Logam Digenjot, GIFA-METEC Indonesia 2026 Hubungkan Industri dari Hulu ke Hilir

Abdul Aziz

- Redaksi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto:
Sejumlah narasumber berfoto bersama usai konferensi pers GIFA-METEC Indonesia 2026 di Jakarta. Pameran teknologi pengecoran logam dan metalurgi tersebut akan digelar pada 9–12 September 2026 di JIExpo Jakarta, dengan fokus memperkuat rantai nilai dan hilirisasi industri logam Indonesia.

Keterangan foto: Sejumlah narasumber berfoto bersama usai konferensi pers GIFA-METEC Indonesia 2026 di Jakarta. Pameran teknologi pengecoran logam dan metalurgi tersebut akan digelar pada 9–12 September 2026 di JIExpo Jakarta, dengan fokus memperkuat rantai nilai dan hilirisasi industri logam Indonesia.

SATUIN.COM, JAKARTA – Penguatan industri logam dan percepatan hilirisasi menjadi fokus GIFA dan METEC Indonesia 2026 yang akan digelar pada 9–12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta.

Pameran yang diselenggarakan Messe Düsseldorf Asia bersama PT Pamerindo Indonesia ini memasuki penyelenggaraan ketiga dan diproyeksikan diikuti sekitar 260 perusahaan serta 6.000 pengunjung profesional.

GIFA Indonesia akan menampilkan teknologi industri pengecoran logam, mulai dari peleburan, pembuatan cetakan dan coremaking, hingga simulasi, otomasi, dan pengujian.

Sementara itu, METEC Indonesia berfokus pada teknologi metalurgi dan produksi logam, termasuk industri besi dan baja, logam non-ferrous, tungku, refractory, pengerolan, pembentukan, pengendalian proses, serta rekayasa pabrik.

Keduanya dirancang untuk mempertemukan produsen, pengembang proyek, pemasok teknologi, perusahaan rekayasa, hingga pelaku industri hilir dalam satu ekosistem rantai nilai logam, dari bahan baku hingga produk jadi.

Managing Director Messe Düsseldorf Asia Lars Wismer mengatakan, perkembangan hilirisasi membuat Indonesia membutuhkan teknologi, keahlian rekayasa, pengembangan keterampilan, dan kemitraan internasional.

“Indonesia sedang bergerak dari model ekspor sumber daya menuju model industri yang lebih terintegrasi, yakni mengolah sumber daya mineral dalam negeri bernilai tambah lebih tinggi sekaligus memperkuat basis manufaktur,” ujar Lars.

Country General Manager Pamerindo Indonesia Lia Indriasari menambahkan, GIFA dan METEC Indonesia menjadi platform bagi industri nasional untuk bertemu pemasok teknologi global dan mencari solusi sesuai kebutuhan produksi dalam negeri.

Baca Juga :  XPENG G6 Pro Tampil di IIMS 2026, SUV Listrik 800V dengan Fast Charging 12 Menit dan Jarak Tempuh 600 Km
Country General Manager Pamerindo Indonesia Lia Indriasari.

Investasi Hilirisasi Terus Berkembang

Agenda hilirisasi juga tercermin dari perkembangan investasi sektor logam. Pada semester pertama 2026, subsektor logam dasar, barang logam, mesin, dan peralatan mencatat investasi sebesar US$8,44 miliar atau sekitar 14,9 persen dari total investasi nasional.

Pada kuartal kedua 2026, investasi hilirisasi bauksit mencapai US$2,25 miliar, meningkat dibandingkan US$1,65 miliar pada hilirisasi nikel.

Ketua Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA) Dadang Asikin menilai, pertumbuhan kapasitas manufaktur nasional perlu diikuti dengan akses terhadap teknologi pemrosesan, keahlian teknis, dan kemitraan internasional.

“Industri pengerjaan logam dan permesinan Indonesia membutuhkan akses terhadap teknologi pemrosesan canggih, keahlian teknis, serta kemitraan internasional seiring dengan berkembangnya kapasitas manufaktur domestik,” kata Dadang.

Ketua Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA) Dadang Asikin.

Aluminium Jadi Perhatian

Selain teknologi pengecoran dan metalurgi, GIFA dan METEC Indonesia 2026 untuk pertama kalinya menghadirkan Aluminium Pavilion.

Paviliun tersebut akan menampilkan berbagai teknologi untuk pengembangan rantai nilai aluminium, mulai dari peleburan, pengecoran, pengembangan paduan, fabrikasi, pemotongan presisi, daur ulang, pengolahan scrap, hingga materials handling.

Pengembangan industri aluminium dinilai penting seiring meningkatnya kapasitas produksi dalam negeri dan kebutuhan untuk memperluas industri hilir.

Managing Director Messe Düsseldorf Asia Lars Wismer

Lars mengatakan aluminium berada di persimpangan sejumlah agenda industri Indonesia, termasuk hilirisasi, penguatan manufaktur, pembangunan infrastruktur, rantai pasok otomotif, dan transisi energi.

Baca Juga :  Mahalini Berharap Jakarta Fair Kemayoran Terus Mengudara

“Aluminium Pavilion yang baru ini merespons kebutuhan pasar akan hubungan yang lebih erat antara produksi aluminium primer dan manufaktur hilir,” ujarnya.

Dorong Kemitraan Industri

Penyelenggara menilai pergeseran industri dari pembangunan kapasitas menuju produksi operasional akan meningkatkan kebutuhan terhadap teknologi simulasi pengecoran, pengendalian mutu digital, peralatan fabrikasi dan pemotongan presisi, serta sistem material handling dan otomasi.

Sejumlah perusahaan nasional dan internasional dijadwalkan berpartisipasi, di antaranya Wilisindomas Indahmakmur, CITEC Engineering Indonesia, Wintherm Bara, Metallurgical Corporation of China, Ashapura International, BEDA Oxygentechnik Armaturen, MAGMA Engineering Asia Pacific, KALFRISA, dan Zobon (Lianyungang) Metal Technology.

Lia mengatakan kehadiran perusahaan dan pemasok teknologi dari berbagai negara diharapkan memperkuat hubungan bisnis sekaligus mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi bagi industri Indonesia.

“Dengan mendekatkan komunitas teknologi internasional yang relevan kepada industri Indonesia, kami bertujuan mendukung diskusi bisnis yang berbasis informasi mengenai produktivitas dan pengembangan rantai nilai,” ujar Lia.

GIFA dan METEC Indonesia 2026 diharapkan menjadi ruang bagi pelaku industri untuk mengeksplorasi teknologi, membangun kemitraan, dan memperkuat kemampuan teknis seiring dengan berlanjutnya proses hilirisasi industri logam di Indonesia.

Pameran tersebut akan berlangsung pada 9–12 September 2026 di JIExpo, Jakarta.

 

(*)

Berita Terkait

Pemprov DKI: Jakarta Fair Jadi Ikon Budaya dan Kebanggaan Warga Jakarta
Makin Moncer! Jasa Marga Masuk Daftar 500 Perusahaan Terbesar Asia Tenggara Tahun 2026
Jasa Marga Tuntaskan Perbaikan Perkerasan Ruas Tol Jagorawi dan Proses Klaim Pengguna Jalan
Tercatat 180 Ribu Kendaraan Masuk Tiga Ruas Tol di Hari Pertama Libur Panjang
Antusiasme Masyarakat Libur Panjang Hari Buruh, 71 Ribu Kendaraan Dominasi Arah Timur di GT Cikampek Utama
Jasa Marga Catat Kinerja Positif Kuartal I 2026, Pendapatan Tembus Rp5,1 Triliun
Jasa Marga Hadirkan Aplikasi Travoy di Jakarta Marketing Week 2026
JTT Kawal Perjalanan Libur Panjang dengan Layanan yang Tetap Prima

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Hilirisasi Logam Digenjot, GIFA-METEC Indonesia 2026 Hubungkan Industri dari Hulu ke Hilir

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:24 WIB

Pemprov DKI: Jakarta Fair Jadi Ikon Budaya dan Kebanggaan Warga Jakarta

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:11 WIB

Makin Moncer! Jasa Marga Masuk Daftar 500 Perusahaan Terbesar Asia Tenggara Tahun 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:06 WIB

Jasa Marga Tuntaskan Perbaikan Perkerasan Ruas Tol Jagorawi dan Proses Klaim Pengguna Jalan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:03 WIB

Tercatat 180 Ribu Kendaraan Masuk Tiga Ruas Tol di Hari Pertama Libur Panjang

Berita Terbaru