SATUIN.COM, KABUPATEN BEKASI – Karnaval Kemerdekaan perdana RW 14 Perumahan Bumi Cikarang Makmur (BCM), Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, diikuti 18 tim dari 13 RT pada Minggu (23/8/2026). Parade bertema kemerdekaan dan kebudayaan itu menjadi ajang mempererat kebersamaan warga sekaligus menampilkan keberagaman budaya Nusantara.
Ketua RW 14 BCM, Dwiyanta, mengatakan karnaval tersebut merupakan inisiatif warga untuk menghadirkan perayaan HUT ke-81 RI dengan konsep berbeda melalui parade budaya dan teatrikal perjuangan kemerdekaan.
“Beberapa RT menampilkan kisah perjuangan kemerdekaan dalam bentuk teatrikal, sementara yang lain mengangkat budaya dari berbagai daerah di Indonesia,” kata RW.
Meski dipersiapkan sekitar dua pekan, seluruh unsur masyarakat, mulai dari pengurus RT, warga, hingga generasi muda, terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari RT 12 RW 14 yang mengangkat kisah Romusha, kerja paksa rakyat Indonesia pada masa pendudukan Jepang.
Perwakilan RT 12, Karso, mengatakan tema itu dipilih untuk mengenalkan sejarah perjuangan kepada generasi muda.
“Kami mengangkat perjuangan saat Romusha pada masa penjajahan Jepang,” ujarnya.
Tim RT 12 menghadirkan replika tank, gerobak, dan hasil bumi sebagai properti pendukung. Menurut Karso, persiapan dilakukan selama dua minggu setelah tim mereka meraih juara dua pada lomba tingkat RT sehingga dipercaya tampil di karnaval tingkat RW.
Sementara itu, RT 13 Blok J memilih mengusung budaya Minahasa melalui kostum bertema pohon yang seluruhnya dibuat secara mandiri oleh warga.
Perwakilan RT 13, Junengsih, mengatakan proses pembuatan kostum memakan waktu hampir dua minggu.
“Hampir dua minggu pembuatannya. Semuanya kami bikin sendiri,” katanya.
Ia berharap karnaval dapat terus digelar setiap tahun sebagai wadah memperkenalkan budaya Nusantara kepada masyarakat.
Dwiyanta menyebut RW 14 merupakan kawasan dengan sekitar 8.000 penduduk dan 5.000 pemilih, sehingga kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika di tengah keberagaman warga.
Panitia melibatkan juri independen untuk menjaga transparansi penilaian dan menyiapkan total hadiah sekitar Rp6 juta bagi para pemenang. Selain itu, generasi muda diberi ruang sebagai pembawa acara, pengisi pertunjukan, hingga peserta parade sebagai bagian dari upaya mendorong kreativitas melalui kegiatan positif.
(*)











