Bapenda Kabupaten Bekasi Intensifkan Pendataan Pajak Reklame, Wajib Pajak Diminta Segera Perpanjang Izin

Abdul Aziz

- Redaksi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran Bapenda Kabupaten Bekasi melakukan kunjungan dan pemantauan aktivitas usaha di salah satu pusat kuliner modern di Kabupaten Bekasi dalam rangka pengawasan dan optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pajak.

Jajaran Bapenda Kabupaten Bekasi melakukan kunjungan dan pemantauan aktivitas usaha di salah satu pusat kuliner modern di Kabupaten Bekasi dalam rangka pengawasan dan optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pajak.

Satuin.com, Kabupaten Bekasi — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi terus mengintensifkan pendataan dan pemutakhiran pajak reklame di sejumlah kawasan komersial. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja. Tim lapangan diterjunkan untuk melakukan penyisiran di berbagai titik reklame strategis.

“Pendataan dan pemutakhiran ini dilakukan untuk meningkatkan potensi PAD dari sektor pajak reklame, sekaligus memberikan efek jera bagi wajib pajak yang masa tayangnya telah habis,” ujar Iwan.

Menurutnya, langkah penertiban yang dilakukan mulai menunjukkan hasil positif. Salah satunya terjadi di kawasan Aeon Mall, di mana pihak pengelola langsung menghubungi petugas Bapenda untuk memperpanjang masa tayang reklame setelah dilakukan penempelan stiker peringatan.

“Di Aeon Mall, dua hari setelah penempelan stiker, mereka langsung menghubungi petugas untuk memperpanjang masa tayang reklame,” katanya.

Baca Juga :  PT Sinergi Patriot Bekasi Berikan Edukasi dan Sosialiasi Mengenai Jaringan Gas

Saat ini, Bapenda masih terus melakukan penyisiran secara bertahap di sejumlah pusat komersial, seperti Aeon Mall dan Living World. Kegiatan tersebut meliputi pendataan, monitoring, hingga memastikan kepatuhan wajib pajak dalam memperpanjang maupun mendaftarkan reklame.

Bapenda juga mengimbau seluruh wajib pajak reklame agar segera memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami mengimbau para wajib pajak untuk segera memperpanjang atau mendaftarkan reklamenya,” tegas Iwan.

Ia menambahkan, optimalisasi pajak reklame diharapkan dapat mendukung pembangunan di Kabupaten Bekasi di berbagai sektor sejalan dengan program pemerintah daerah.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Pajak Daerah Bapenda Kabupaten Bekasi, Hendra Sugiarta, menyampaikan optimismenya dalam meningkatkan PAD Kabupaten Bekasi melalui berbagai sektor pajak daerah.

“Kami terus bekerja keras dan optimistis untuk terus bergerak meningkatkan PAD Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Selain pajak reklame, Hendra juga melakukan monitoring langsung terhadap penyelenggaraan dua konser yang digelar di kawasan Trans Snow World dan Meikarta pada akhir pekan lalu. Monitoring dilakukan selama dua hari, Sabtu dan Minggu, guna memastikan kepatuhan pajak hiburan, khususnya dari penjualan tiket.

Baca Juga :  Khitanan Massal 75 Anak Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-75

“Kami melakukan monitoring langsung untuk melihat penjualan tiket dari dua konser tersebut. Pajak hiburan dikenakan sebesar 10 persen dari penjualan tiket, sehingga ini menjadi salah satu upaya kami dalam mengejar potensi PAD,” katanya.

Menurut Hendra, saat ini Bapenda masih menunggu proses pembayaran pajak dari masing-masing penyelenggara konser. Meski demikian, komunikasi dan koordinasi dengan pihak penyelenggara terus dilakukan agar kewajiban pajak dapat segera dipenuhi.

“Untuk saat ini kami masih menunggu pembayaran dari masing-masing penyelenggara. Komunikasi berjalan baik dan kami terus melakukan koordinasi,” ujarnya.

Hendra menambahkan, objek pajak hiburan tidak hanya berasal dari konser musik, tetapi juga berbagai tempat hiburan dan olahraga berbayar lainnya.

“Pajak hiburan ini bukan hanya konser, tetapi juga tempat hiburan seperti Timezone, Kidzone, hingga fasilitas olahraga berbayar seperti futsal,” pungkasnya.

(*)

Berita Terkait

DPRD Kota Bekasi Dalami Dugaan Pelecehan Verbal di Satpol PP, Terlapor Bantah Tuduhan
SPB Perketat Pengawasan Jaringan Gas di Rawalumbu, Utamakan Keselamatan dan Keandalan Layanan
Menuju Kota HAM, Bekasi Siapkan Langkah Besar untuk Wujudkan Kota yang Lebih Nyaman dan Inklusif
Diduga Kuasai Dana Miliaran Rupiah, Kades Sarimukti dan Rekannya Dilaporkan ke Polisi
Geger! Bazar Ikan Bekasi Jadi Senjata Lawan Stunting, UMKM Olahan Laut Meledak Diminati Warga
Heboh! Kejari Kota Bekasi Musnahkan Barang Bukti 164 Perkara, Ganja 10 Kg hingga Ratusan Ribu Rokok Ilegal Lenyap
Kemenag Perkuat Sinergi Zakat untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan di Jawa Tengah
Kemenag Dorong Penyuluh Agama Jadi Influencer Kebaikan di Media Sosial

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:27 WIB

DPRD Kota Bekasi Dalami Dugaan Pelecehan Verbal di Satpol PP, Terlapor Bantah Tuduhan

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:21 WIB

SPB Perketat Pengawasan Jaringan Gas di Rawalumbu, Utamakan Keselamatan dan Keandalan Layanan

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:22 WIB

Menuju Kota HAM, Bekasi Siapkan Langkah Besar untuk Wujudkan Kota yang Lebih Nyaman dan Inklusif

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00 WIB

Diduga Kuasai Dana Miliaran Rupiah, Kades Sarimukti dan Rekannya Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:23 WIB

Geger! Bazar Ikan Bekasi Jadi Senjata Lawan Stunting, UMKM Olahan Laut Meledak Diminati Warga

Berita Terbaru