Satuin.com, Tangerang – Deputi Akreditasi Badan Standardisasi Nasional (BSN), Wahyu Purbowasito, menegaskan bahwa laboratorium tidak lagi bisa dipandang sebagai beban biaya, melainkan investasi penting untuk meningkatkan daya saing produk.
Hal itu disampaikan dalam acara Lab Indonesia di ICE BSD City, Tangerang, Senin (1/4/2026).
Menurut Wahyu, laboratorium memiliki peran strategis dalam mendukung inovasi dan memastikan kualitas produk, terutama di tengah persaingan perdagangan global.
“Kalau ingin meningkatkan daya saing, tanpa dukungan laboratorium itu tidak mungkin,” ujarnya.
Ia menyebutkan, saat ini Indonesia memiliki sekitar 10.500 laboratorium, namun yang telah terakreditasi baru sekitar 2.000.
Selain itu, sebagian besar laboratorium terakreditasi masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Dalam perdagangan internasional, hasil pengujian laboratorium menjadi faktor penting karena berkaitan dengan standar dan penerimaan produk di pasar global.
Wahyu menjelaskan, melalui sistem akreditasi, hasil uji laboratorium Indonesia dapat diakui secara internasional melalui skema mutual recognition. Konsep ini dikenal sebagai “One Test Accepted Everywhere”.
Dengan skema tersebut, produk ekspor tidak perlu menjalani pengujian ulang di negara tujuan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing.
“Ini akan mempermudah ekspor karena hasil pengujian kita bisa langsung diterima di negara lain,” katanya. (ziz)











