Tinggalkan Mobil Jepang, Trimegah Beralih ke Electric Vehicle Buatan China

Gede Witana

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 23:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satuin.com, Jakarta – Jaringan diler Trimegah Group mulai menggeser arah bisnisnya dari mobil merek Jepang ke kendaraan asal China. Pergeseran ini muncul sebagai respons atas perubahan selera pasar, terutama meningkatnya minat konsumen Indonesia pada teknologi elektrifikasi dan fitur yang dianggap lebih kompetitif.

Dirut. Trimegah Group, Lindawati Tandyo, mengatakan keputusan tersebut lahir dari kebutuhan mengikuti perkembangan pasar. Ia menilai produsen China kini lebih cepat dalam membangun ekosistem kendaraan listrik, sementara merek Jepang dinilai masih tertinggal dalam investasi, riset, dan pembaharuan produk.

Trimegah Group bukan pemain baru di bisnis otomotif. Perusahaan ini telah memasarkan mobil merek Jepang sejak 2009, dan selama itu pula membangun basis pelanggan yang cukup besar.

Baca Juga :  Jeep Satukan Komunitas di IIMS 2026, Rayakan 85 Tahun dengan Edisi Spesial Wrangler yg

Menurut Lindawati, basis pelanggan Trimegah Group kini mencapai 200.000 pengguna. Dari kelompok pelanggan ini, perubahan preferensi mulai terasa jelas sejak 2023, ketika pasar memperlihatkan pergerakan yang berbeda dibanding sebelumnya.

“2023 sudah mulai terasa, setelah covid semakin turun, kita lihat yang Jepang tidak ada pergerakan sama sekali, model baru tidak ada, fitur tidak ada,” ujar Lindawati Tandyo, Kamis (30/4/2026).

Pernyataan itu menggambarkan tantangan yang dihadapi diler saat produk lama dinilai kurang mengikuti kebutuhan konsumen. Di sisi lain, konsumen sekarang disebut semakin mempertimbangkan nilai yang didapat dibanding sekadar nama merek.

Lindawati menyebut alasan utama peralihan fokus terletak pada kecepatan produsen China dalam mengembangkan kendaraan listrik. Menurut dia, merek China sudah jauh maju dalam elektrifikasi, sedangkan produsen Jepang belum menunjukkan lompatan yang sama.

Baca Juga :  Isuzu Maksimalkan MyIsuzuID dan Isuzu Link, Bantu Tekan Risiko Kecelakaan Armada

“Karena untuk elektrifikasi, merek China yang sudah canggih banget. Sedangkan mobil Jepang masih jauh, belum investasi, riset, jadi masih jauh banget. Sedangkan kita mau tidak mau harus migrate,” kata Lindawati.

Ia juga menekankan bahwa pelanggan kini lebih rasional saat memilih mobil. Faktor value for money menjadi pertimbangan utama, sehingga merek dengan fitur lebih modern dan harga kompetitif punya peluang lebih besar menarik konsumen.

Perubahan ini membuat Trimegah Group tidak hanya menjual produk baru, tetapi juga aktif menawarkan mobil China kepada pelanggan lama mereka. Langkah tersebut sekaligus menjadi cara mempertahankan basis konsumen yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun.

Berita Terkait

Bukan Sekadar Emblem, Ini Makna Logo Kia yang Jadi Simbol Transformasi Menuju Mobilitas Masa Depan
Isuzu Maksimalkan MyIsuzuID dan Isuzu Link, Bantu Tekan Risiko Kecelakaan Armada
Penjualan Daihatsu Naik 25 Persen, Kuasai Market Share 17,4% pada Mei 2026
Buktikan Crash Safety, Chery Uji Coba Tabrak Tinggo 9
Audi Indonesia Resmi Meluncurkan The New Audi S3
Usung Konsep “Born To Play”, iCAR Raih 300 SPK
Service Spesial Untuk Motor Tersayang (SSMT), AHASS Berikan Potongan Jasa Servis untuk Motor Matic
Suzuki Club Indonesia Resmikan Pengurus Nasional Periode 2025–2028.
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:50 WIB

Bukan Sekadar Emblem, Ini Makna Logo Kia yang Jadi Simbol Transformasi Menuju Mobilitas Masa Depan

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:56 WIB

Isuzu Maksimalkan MyIsuzuID dan Isuzu Link, Bantu Tekan Risiko Kecelakaan Armada

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:52 WIB

Penjualan Daihatsu Naik 25 Persen, Kuasai Market Share 17,4% pada Mei 2026

Kamis, 30 April 2026 - 23:14 WIB

Tinggalkan Mobil Jepang, Trimegah Beralih ke Electric Vehicle Buatan China

Kamis, 30 April 2026 - 22:04 WIB

Buktikan Crash Safety, Chery Uji Coba Tabrak Tinggo 9

Berita Terbaru