Tangerang, Satuin.com – Gejolak geopolitik global mulai berdampak ke sektor logistik di Indonesia. Fluktuasi pasokan dan harga BBM mendorong pelaku industri mencari solusi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Salah satu langkah nyata datang dari PT Primarajuli Sukses (PRS), anak usaha PT Ever Shine Tex Tbk, yang mulai mengoperasikan armada kendaraan listrik untuk distribusi logistik. Transisi ini didukung oleh KALISTA sebagai penyedia ekosistem kendaraan listrik komersial.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi Ever Shine Group dalam menekan konsumsi energi fosil dan mendukung target net zero emission 2060. Saat ini, sekitar 70% kebutuhan energi perusahaan juga mulai dipasok dari energi terbarukan, termasuk PLTS.
Direktur Ever Shine Group, Michael Sung, mengatakan penggunaan kendaraan listrik menjadi solusi atas ketidakpastian pasokan BBM.
“Kami mulai mengadopsi EV untuk operasional distribusi. Dari hasil uji coba, efisiensi biaya bahan bakar bisa mencapai 40%,” ujarnya.
Sebanyak enam truk listrik kini digunakan untuk distribusi di rute Jakarta–Bandung. Armada tersebut melayani berbagai klien besar seperti Uniqlo, Shopee, hingga Gojek dan Grab.
Menariknya, PRS tidak perlu keluar investasi besar di awal. Mereka menggunakan skema fleet-as-a-service dari KALISTA, di mana seluruh kendaraan, perawatan, hingga sistem operasional ditangani oleh penyedia.
Di sisi teknis, armada yang digunakan terdiri dari truk listrik Foton E-Miller dan Foton E-Aumark. Sekali isi daya, kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 200 km.
Pengisian baterai juga dinilai tidak mengganggu operasional. Untuk rute Tangerang–Bandung, pengisian dilakukan saat waktu istirahat dengan durasi sekitar 40 menit dari 20% ke 80%.
Selain itu, seluruh armada telah terintegrasi dengan sistem manajemen berbasis digital milik KALISTA, sehingga operasional bisa dipantau secara real-time.
Direktur Pengembangan Bisnis KALISTA, Yoga Adiwinarto, menyebut penggunaan kendaraan listrik tak hanya menekan biaya energi, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.
“Dalam uji coba, efisiensi biaya operasional bisa mencapai 27% per bulan, sekaligus menekan emisi hingga 30%,” jelasnya.
Implementasi ini menjadi yang pertama di sektor tekstil dan dinilai berpotensi menjadi acuan bagi industri lain. Di tengah tekanan biaya energi dan tuntutan keberlanjutan, penggunaan kendaraan listrik di sektor logistik diprediksi akan semakin masif. (sat)











