SATUIN.COM. KOTA BEKASI – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang tinggal sekitar empat bulan lagi, DPRD Kota Bekasi menyoroti kesiapan sejumlah venue pertandingan yang hingga kini belum seluruhnya rampung. Selain progres pembangunan, minimnya atmosfer sebagai tuan rumah juga menjadi perhatian serius.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, mengungkapkan hasil evaluasi bersama perangkat daerah terkait persiapan Porprov Jabar 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 20 November 2026. Sejumlah cabang olahraga bahkan akan mulai dipertandingkan sejak 14 November.
Menurutnya, Kota Bekasi akan menjadi tuan rumah untuk 49 sub cabang olahraga yang tersebar di 37 venue. Namun, berdasarkan laporan yang diterima, masih terdapat beberapa fasilitas yang dalam tahap penyelesaian pembangunan.
“Target dari Disperkimtan, seluruh venue yang dibiayai APBD bisa selesai pada Agustus. Termasuk bangunan serbaguna atlet enam lantai, lapangan multiguna, dan fasilitas pendukung lainnya,” ujar Latu usai rapat evaluasi, Rabu (17/6).
Ia menambahkan, setelah tahap konstruksi selesai, proses finalisasi dan penyempurnaan venue akan dilakukan pada September hingga pertengahan Oktober. DPRD juga akan melakukan evaluasi lanjutan untuk memastikan seluruh target tercapai.
Jika ditemukan keterlambatan, DPRD tidak menutup kemungkinan akan memanggil pihak kontraktor atau vendor untuk mempercepat penyelesaian proyek.
Secara umum, progres kesiapan venue saat ini telah mencapai sekitar 70 hingga 80 persen. Namun masih ada beberapa pekerjaan yang perlu mendapat perhatian, termasuk GOR basket yang sebelumnya sempat berada di kisaran 40 persen. Meski demikian, cabang basket dipastikan tidak dipertandingkan di Kota Bekasi.
Meski progres pembangunan berjalan, DPRD menyoroti hal lain yang tak kalah penting, yakni belum terbentuknya atmosfer Kota Bekasi sebagai tuan rumah Porprov Jabar 2026.
Menurut Latu, hingga saat ini gaung penyelenggaraan event olahraga terbesar di Jawa Barat itu belum terasa di tengah masyarakat, baik dari sisi sosialisasi maupun penataan kota.
“Atmosfer tuan rumah belum terlihat. Baik dari sisi venue, sosialisasi, maupun branding kota. Padahal ini event besar yang akan dihadiri banyak tamu,” katanya.
DPRD pun mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta perangkat daerah terkait untuk memperkuat promosi melalui pemasangan logo, dekorasi kota, gapura, hingga berbagai elemen visual lainnya.
Latu menegaskan, suksesnya Porprov tidak hanya diukur dari kesiapan infrastruktur, tetapi juga dari dampak ekonomi dan citra positif daerah.
“Kalau infrastrukturnya siap, harus dibarengi branding yang kuat. Dampaknya bisa dirasakan pada ekonomi, promosi daerah, dan citra Kota Bekasi sebagai tuan rumah yang sukses,” pungkasnya.
(*)











