BEKASI, SATUIN.COM – Haru dan syukur menyelimuti warga Desa Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Bekasi telah mengubah wajah hunian mereka—dari gubuk reot menjadi rumah kokoh yang layak ditempati.
Bagi warga kurang mampu seperti Marni (31), bantuan ini bukan sekadar renovasi, tapi penyelamat kehidupan.
“Senang sekali, alhamdulillah. Dulu rumah kami sudah sangat memprihatinkan. Sekarang, berkat bantuan dari pemerintah, khususnya Pak Bupati, saya punya rumah yang layak,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca, Rabu (28/05/2025).
Hal senada disampaikan Imas Rosi (45). Sebelum menerima bantuan, ia dan keluarganya tinggal di rumah bilik bambu yang tidak aman, terutama saat musim hujan.
“Kemarin rumah saya bilik, bolong-bolong. Sekarang sudah dibangun pakai hebel. Alhamdulillah, bisa tidur tenang tanpa takut kehujanan,” tuturnya.
Tanpa Biaya, Tanpa Pungli
Imas mengungkapkan, pembangunan rumahnya kini telah mencapai sekitar 60 persen. Ia juga menegaskan bahwa proses pembangunan berjalan lancar tanpa ada pungutan biaya dari pihak manapun.
“Alhamdulillah aman. Tidak ada pungli atau biaya tambahan. Semua bantuan murni dari pemerintah daerah,” katanya.
Impian yang Jadi Kenyataan
Bagi banyak warga Jayabakti, memiliki rumah layak huni adalah impian yang lama tertunda. Program Rutilahu menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah rakyatnya.
“Semoga program ini terus berlanjut. Banyak warga lain yang juga membutuhkan bantuan seperti kami,” harap Marni.
Melalui program Rutilahu, Pemerintah Kabupaten Bekasi tak hanya membangun rumah—tapi juga membangun rasa aman, martabat, dan harapan bagi warganya yang selama ini tinggal dalam kondisi serba terbatas.











