Tambang di Raja Ampat: Antara Krisis Imajinasi dan Strategi Masa Depan Energi Indonesia

Abdul Aziz

- Redaksi

Minggu, 8 Juni 2025 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggawira Sekretaris Jenderal BPP HIPMI. Foto: source for jpnn

Artikel ini telah tayang di
JPNN.com
dengan judul

Anggawira Sekretaris Jenderal BPP HIPMI. Foto: source for jpnn Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul "Kedaulatan Tambang Indonesia: Antara Narasi Asing dan Fakta di Lapangan", https://www.jpnn.com/news/kedaulatan-tambang-indonesia-antara-narasi-asing-dan-fakta-di-lapangan

Oleh: Dr. Anggawira, Sekretaris Jenderal BPP HIPMI & Ketua Umum ASPEBINDO

SATUIN.COM, NASIONAL – Polemik tambang di Raja Ampat kembali meledak di ruang publik. Gelombang protes bermunculan, dibarengi dengan kekhawatiran akan kerusakan lingkungan dan dampaknya terhadap konservasi. Suara penolakan menggema dari aktivis hingga warganet—semuanya mempertanyakan: masih relevankah tambang di era krisis iklim?

Namun di balik riuh kritik, satu hal yang sering luput dibahas adalah kenyataan bahwa Indonesia masih sangat membutuhkan industri pertambangan—bukan untuk memperkaya segelintir elit, tetapi sebagai pondasi transformasi ekonomi dan teknologi nasional.

“Kita tidak sedang bicara tambang ala masa lalu. Kita bicara masa depan: energi bersih, baterai kendaraan listrik, hingga digitalisasi global. Semua itu berdiri di atas logam tanah air,” tegas pengamat energi dan sumber daya, Dr. Andika Putra.


Tambang dan Transisi Energi: Jalan Panjang Menuju Kemandirian

Indonesia adalah salah satu lumbung nikel, tembaga, bauksit, dan mineral kritis lainnya. Tanpa pasokan dari Indonesia, dunia akan kesulitan memenuhi kebutuhan teknologi hijau. Pabrik baterai, kendaraan listrik, panel surya—semuanya membutuhkan logam dari perut bumi Nusantara.

Baca Juga :  Bapenda Bekasi Tancap Gas! SPPT PBB 2026 Dicetak Massal, PAD Digenjot

Kontribusi sektor tambang pun tidak main-main:

  • 6–7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional

  • Penyerapan ratusan ribu tenaga kerja langsung dan tidak langsung

  • Sumbangan PNBP dan royalti yang terus meningkat setiap tahun


Dari Ekstraksi ke Hilirisasi: Bukan Lagi Tambang Asal Keruk

Pergeseran paradigma tambang kini diarahkan pada hilirisasi dan keberlanjutan. Lewat UU No. 3 Tahun 2020 tentang Minerba, pemerintah mempertegas bahwa industri tambang bukan lagi sekadar eksploitasi, tetapi harus mengedepankan:

  • Pengolahan dan pemurnian dalam negeri

  • Pengawasan lingkungan yang ketat

  • Transparansi dan pelibatan masyarakat lokal

Baca Juga :  Wali Kota Bekasi Pantau WFH Sambil Gowes, Efisiensi Tembus Rp120 Juta

Peraturan Pemerintah PP No. 96 Tahun 2021 juga mempertegas sistem tata kelola berbasis keberlanjutan dan akuntabilitas.


Solusi Bukan Sekadar Penolakan

Polemik Raja Ampat semestinya menjadi momen refleksi, bukan hanya untuk menolak, tetapi untuk menata ulang pendekatan industri tambang. Bagaimana menjamin bahwa eksploitasi tidak mengorbankan konservasi? Bagaimana agar manfaat ekonomi tidak meninggalkan luka sosial dan ekologi?

Jalan tengah harus dibangun. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat perlu duduk bersama: membangun konsensus bahwa tambang bukan musuh, tapi harus diatur, diawasi, dan diarahkan dengan visi jangka panjang.

Karena di era revolusi energi global, menutup mata dari tambang bisa jadi lebih berbahaya daripada mengelolanya dengan benar.


“Bukan soal menolak tambang. Tapi soal bagaimana mengelola tambang dengan hati, otak, dan visi bangsa.”

Berita Terkait

Lab Indonesia 2026 Digelar di ICE BSD, ILKI Soroti Inovasi Teknologi Laboratorium
Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 300+ Perusahaan dari 16 Negara
IEE 2026 Surabaya Dorong Ekosistem Energi Industri
Wali Kota Bekasi Pantau WFH Sambil Gowes, Efisiensi Tembus Rp120 Juta
Musrenbang Bekasi 2027 Fokus Pemerataan, Prioritas Kesehatan hingga Infrastruktur
Wawali Bekasi Dukung Pelatihan Vokasi Nasional, Target Tekan Pengangguran
Wali Kota Bekasi Cek Layanan Publik Usai Lebaran, Pastikan Tetap Normal
Wali Kota Bekasi Gelar Open House Lebaran, Warga Antusias Bersilaturahmi

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:30 WIB

Lab Indonesia 2026 Digelar di ICE BSD, ILKI Soroti Inovasi Teknologi Laboratorium

Jumat, 10 April 2026 - 13:13 WIB

IEE 2026 Surabaya Dorong Ekosistem Energi Industri

Jumat, 10 April 2026 - 12:36 WIB

Wali Kota Bekasi Pantau WFH Sambil Gowes, Efisiensi Tembus Rp120 Juta

Rabu, 8 April 2026 - 13:18 WIB

Musrenbang Bekasi 2027 Fokus Pemerataan, Prioritas Kesehatan hingga Infrastruktur

Rabu, 8 April 2026 - 12:49 WIB

Wawali Bekasi Dukung Pelatihan Vokasi Nasional, Target Tekan Pengangguran

Berita Terbaru

Seorang petugas jalan tol memperlihatkan aplikasi Travoy di ponselnya, yang menyediakan informasi lalu lintas, tarif tol, hingga layanan darurat bagi pengguna jalan.

Jakarta

CCTV Travoy Diakses 3,59 Juta Kali Saat Mudik Lebaran 2026

Kamis, 16 Apr 2026 - 14:41 WIB