Indonesia Bersiap Hadapi Dampak Perang Timur Tengah

Gede Witana

- Redaksi

Senin, 30 Maret 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satuin.com, Jakarta – Perang yang terjadi di Timur Tengah memberikan dampak yang luas pada perekonomian global. Perang antara Iran dan Israel-Amerika Serikat (AS) ini membuat arus logistik terganggu serta membuat harga minyak meroket.

Banyak negara dibuat kalang kabut dengan dampak perang ini. Negara tetangga seperti Filipina misalnya, sampai mengumumkan status darurat energi nasional. Sementara, tetangga Indonesia yang lain seperti Singapura, Malaysia hingga Vietnam dilaporkan harga BBMnya melesat tinggi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi respons terhadap kondisi sejumlah negara yang mulai terdampak perang Timur Tengah belum lama ini. Purbaya mengatakan, masalah darurat energi bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan dari suplainya. Indonesia diminta untuk bersiap-siap jika kondisi seperti ini terus terjadi secara berkepanjangan.

“Darurat energi itu bukan di APBN. Darurat energi adalah kalau misalnya suplainya berhenti, itu yang saya takut. Bukan harganya, (tetapi) suplainya nggak ada, ini kan masih ada suplainya. Jadi kalau dibilang darurat, enggak, tetapi kita mesti siap-siap terus ke depan,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026) lalu.

Saat itu, Purbaya memastikan APBN masih tahan menghadapi kenaikan harga energi dan tidak akan diubah sampai akhir tahun. Meski demikian, ia menyerahkan keputusan akhir kepada Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga :  Sambut Ramadhan, BSI Gelar Festival di 9 Kota

“Saya nggak akan ubah APBN atau subsidi yang ada sampai titik yang mungkin nanti harganya tinggi sekali. Pada saat sekarang, sampai akhir tahun dengan harga sekarang, kita masih tahan APBN, tergantung keputusan pimpinan nantinya, tetapi saya tawarkan, aman,” ucap Purbaya.

Baca Juga :  Menteri Agama Nasaruddin Umar Memutuskan 1 Ramadan Jatuh Pada 1 Maret

Dia juga menilai masih terlalu dini untuk mengubah harga minyak dan subsidi energi dalam APBN. “Nanti kalau naiknya (tinggi) baru kita hitung lagi berapa. Jadi nggak otomatis tiba-tiba jadi US$ 100, kan kita hitung rata-rata,” imbuh Purbaya.

Sumber : Detik

Berita Terkait

CCTV Travoy Diakses 3,59 Juta Kali Saat Mudik Lebaran 2026
376 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada Libur Paskah 2026
Awak Media Mendapatkan Intimidasi Saat Meliput PPPSRS Apartemen The Elements
Sebanyak 376 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga Hari Pertama Libur Panjang Paskah 2026
Sebanyak 201 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Jelang Libur Panjang Paskah 2026
Pemerintah Imbau Pengusaha Terapkan WFH Kepada Karyawannya
Pemerintah Putuskan Berlakukan MBG Hanya 5 Hari Seminggu
Pemerintah RI Impor 160 Ribu Unit Mobil Pick Up Untuk Koperasi Merah Putih
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:41 WIB

CCTV Travoy Diakses 3,59 Juta Kali Saat Mudik Lebaran 2026

Senin, 6 April 2026 - 21:01 WIB

376 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada Libur Paskah 2026

Sabtu, 4 April 2026 - 18:11 WIB

Awak Media Mendapatkan Intimidasi Saat Meliput PPPSRS Apartemen The Elements

Sabtu, 4 April 2026 - 09:06 WIB

Sebanyak 376 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga Hari Pertama Libur Panjang Paskah 2026

Jumat, 3 April 2026 - 22:56 WIB

Sebanyak 201 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Jelang Libur Panjang Paskah 2026

Berita Terbaru

Jakarta

CCTV Travoy Diakses 3,59 Juta Kali Saat Mudik Lebaran 2026

Kamis, 16 Apr 2026 - 14:41 WIB