Konflik di Timur Tengah Memanas, Harga Emas Sempat Turun

Gede Witana

- Redaksi

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satuin.com, Jakarta – Memanasnya konflik di Timur Tengah, harga emas justru sempat turun sebelum akhirnya kembali menguat secara bertahap. Hal ini menunjukkan pergerakan harga emas belakangan ini terlihat membingungkan.

Pengamat Komoditas, Wahyu Laksono, menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena pasar tidak hanya melihat faktor perang, tetapi juga mempertimbangkan kebijakan ekonomi global, khususnya dari Amerika Serikat.

“Meskipun tensi geopolitik di Timur Tengah melibatkan Israel, AS, dan Iran sangat panas, emas justru mengalami tekanan jual yang cukup signifikan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, konflik yang terjadi justru mendorong kenaikan harga minyak dunia, terutama akibat kekhawatiran gangguan pasokan seperti isu penutupan Selat Hormuz. Kenaikan harga energi ini kemudian memicu tekanan inflasi global.

Dalam situasi tersebut, pelaku pasar memperkirakan bank sentral, terutama The Fed, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi suku bunga tinggi ini membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik dibandingkan instrumen lain seperti obligasi.

Baca Juga :  SMARTFREN Siapkan Ragam Promo dan Program Digital #RamadanNyaman Temani Pelanggan Sahur Hingga Berbuka

“Penurunan harga emas ke sekitar USD 4.100 per troy ons belakangan ini bukan disebabkan oleh hilangnya risiko perang, melainkan oleh pergeseran fokus pasar ke kebijakan moneter AS dan tekanan inflasi global,” jelasnya.

Selain itu, penguatan dolar AS juga turut menekan harga emas. Sebab, emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan cenderung menurun. Di sisi lain, aksi ambil untung oleh investor setelah harga emas sempat mencetak rekor juga mempercepat tekanan penurunan.

Meski demikian, harga emas tidak terus melemah. Wahyu menyebut emas mulai mengalami rebound secara konsolidatif setelah muncul harapan deeskalasi konflik. Pernyataan-pernyataan terkait potensi negosiasi dan gencatan senjata turut mendorong pelemahan dolar AS dan harga minyak, sehingga memberi ruang bagi emas untuk kembali menguat.

Ia menilai pergerakan harga emas saat ini mencerminkan tarik-ulur antara dua kekuatan besar, yakni geopolitik dan kebijakan moneter. Hal ini membuat harga emas bergerak sangat dinamis dalam jangka pendek.

Baca Juga :  Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity

Ke depan, volatilitas harga emas diperkirakan masih akan tinggi, terutama menjelang rilis data inflasi AS seperti PCE. Jika konflik kembali memanas dan mendorong inflasi, ruang kenaikan emas bisa terbatas. Sebaliknya, jika tensi mereda dan ada sinyal pelonggaran suku bunga, emas berpeluang melanjutkan penguatan.

Untuk pasar domestik, pergerakan harga emas juga akan dipengaruhi nilai tukar rupiah. Jika harga emas global naik bersamaan dengan pelemahan rupiah, maka harga emas di dalam negeri berpotensi naik lebih tinggi. Sebaliknya, penguatan rupiah dapat meredam kenaikan harga emas global.

Secara keseluruhan, Wahyu melihat emas masih berpeluang bergerak dalam tren menguat dalam jangka menengah hingga panjang, meski dengan pola naik-turun yang cukup tajam seiring dinamika global yang terus berubah.

Sumber : Liputan6

Berita Terkait

Jasa Marga Tuntaskan Perbaikan Perkerasan Ruas Tol Jagorawi dan Proses Klaim Pengguna Jalan
Tercatat 180 Ribu Kendaraan Masuk Tiga Ruas Tol di Hari Pertama Libur Panjang
Antusiasme Masyarakat Libur Panjang Hari Buruh, 71 Ribu Kendaraan Dominasi Arah Timur di GT Cikampek Utama
Jasa Marga Catat Kinerja Positif Kuartal I 2026, Pendapatan Tembus Rp5,1 Triliun
Jasa Marga Hadirkan Aplikasi Travoy di Jakarta Marketing Week 2026
JTT Kawal Perjalanan Libur Panjang dengan Layanan yang Tetap Prima
Rayakan Satu Tahun, XLSMART Terus Fokus Tingkatkan Pelayanan
XLSMART Hadirkan Paket Khusus Haji Agar Tetap Nyaman Berkomunikasi di Tanah Suci

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:06 WIB

Jasa Marga Tuntaskan Perbaikan Perkerasan Ruas Tol Jagorawi dan Proses Klaim Pengguna Jalan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:03 WIB

Tercatat 180 Ribu Kendaraan Masuk Tiga Ruas Tol di Hari Pertama Libur Panjang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:57 WIB

Antusiasme Masyarakat Libur Panjang Hari Buruh, 71 Ribu Kendaraan Dominasi Arah Timur di GT Cikampek Utama

Kamis, 30 April 2026 - 22:13 WIB

Jasa Marga Catat Kinerja Positif Kuartal I 2026, Pendapatan Tembus Rp5,1 Triliun

Kamis, 30 April 2026 - 22:11 WIB

Jasa Marga Hadirkan Aplikasi Travoy di Jakarta Marketing Week 2026

Berita Terbaru

Entertainment

Inilah Sosok Politisi yang Diduga Pacar Baru Ayu Ting Ting

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:34 WIB